| 20.06.2011 14:47 | Penulis : Entin Supriati Bulan, meski sering diibaratkan sebagai gadis yang bersinar-sinar, sebenarnya tidak memiliki dan memancarkan cahaya sendiri. Bulan bersinar karena pantulan cahaya matahari.
Ketika cahaya matahari terhalang bumi maka bulan menjadi gelap gulita. Itulah yang terjadi saat gerhana. Gerhana bulan terjadi ketika bumi “menghalangi” pancaran sinar itu. Dengan kata lain, posisi bumi tepat berada di tengah-tengah, di antara matahari dan bulan.  (foto:dok/ist) Gerhana ini terjadi hanya pada saat bulan purnama. Durasinya tergantung posisi bulan di orbit. Gerhana total yang terjadi tanggal 15 Juni 2011 disebut-sebut sebagai yang terlama dalam kurun waktu 11 tahun terakhir ini, berlangsung sekitar 100 menit. Tahun ini “dijadwalkan” terjadi dua kali gerhana bulan total, yang kedua akan berlangsung tanggal 10 Desember mendatang. Selanjutnya akan terjadi tujuh tahun kemudian, tepatnya 27 Juli 2018. Gerhana ini tergolong langka. Ini karena posisi pusat bayangan bumi tepat terpantul ke bulan. Jadi, kegelapan yang terjadi selama gerhana, yang terlihat seolah-olah bulan “ditutupi” sesuatu, sebenarnya adalah pantulan bayangan bumi itu sendiri. Karena pergerakan orbit sedemikian rupa maka pusat matahari, bumi dan bulan lebih dekat. Gerhana bulan seperti ini pernah terjadi 16 Juli 2000. Di kawasan Eropa dan Amerika Selatan, gerhana berlangsung setelah matahari tenggelam. Untuk Afrika dan sebagian besar Asia, bulan purnama yang terang benderang tiba-tiba gelap, mulai terjadi pada dini hari hingga menjelang matahari terbit. Berbeda dengan gerhana matahari yang hanya dapat disaksikan di sebagian kecil permukaan bumi, gerhana bulan dapat ditonton oleh penduduk dari berbagai belahan bumi. Demikian juga dengan durasinya. Gerhana bulan dapat berlangsung dalam beberapa jam sementara gerhana matahari cukup irit, hanya beberapa menit saja. Umbra dan Penumbra Bayangan bumi yang terjadi saat gerhana dapat dibagi menjadi dua, yakni umbra dan penumbra. Umbra adalah bayangan inti, seukuran bumi itu sendiri. Tidak ada radiasi sinar matahari dalam umbra. Bayangan di luar umbra dan terkesan mengembang namun kepekatannya kurang dinamakan penumbra. Dengan kata lain, penumbra adalah bayangan yang dihasilkan oleh bayangan. Sederhananya, bayangan yang dihasilkan selama gerhana adalah seperti sebuah lampu, orang dewasa dan anak kecil dalam posisi sejajar. Karena ada dua jenis bayangan bumi, yakni umbra dan penumbra, maka jenis gerhana bulan yang terjadi ada empat, gerhana penumbra parsial, gerhana penumbra total, gerhana umbra parsial dan gerhana umbra total. Gerhana penumbra parsial terjadi ketika bulan yang karena rotasi, “bergerak” memasuki wilayah bayangan penumbra bumi. Perjalanan ini menyebabkan permukaan bulan terlihat dari bumi lebih gelap. Kejadian yang dinamakan gerhana penumbra total berlangsung karena bulan secara ekslusif berada di wilayah penumbra bumi. Jenis ini tergolong langka. Untuk mata awam yang menyaksikan dari bumi, jika gerhana jenis ini terjadi, sebagian permukaan bulan lebih gelap. Gerhana bulan parsial terjadi jika hanya sebagian kecil permukaan bulan yang memasuki area umbra. Jika seluruh permukaan bulan berada di wilayah umbra maka disebut gerhana total. Kecepatan bulan melewati bayangan sekitar satu kilometer perdetik (2.300 mph). Gerhana bulan total umbra berlangsung sekitar 107 menit. Namun, jika dihitung sejak bulan “menginjakkan kaki” hingga meninggalkan bayangan bumi, berlangsung sekitar 4 jam. Durasi gerhana umbra ataupun penumbra, baik yang sebagian maupun yang total, tidak selalu sama, tergantung jarak bumi dan bulan saat itu. Jika bulan berada pada posisi apogee, yakni titik terjauh dari bumi maka pergerakan orbit lebih lambat. Namun, diameter umbra tidak menyusut karenanya. Mengapa gerhana tidak terjadi setiap bulan, padahal selalu ada saat purnama. Hal itu terjadi karena lintasan orbit bulan dan bumi berbeda 5 derajat. Ini diterangkan seperti bermain hula hoop. Ada yang besar ada yang kecil sehingga kecepatan putarannya pun berbeda. Ketika putaran itu bertemu pada satu titik maka saat itulah terjadi gerhana. Gerhana bulan terkesan lebih sering dibanding matahari. Padahal, justru sebaliknya. Gerhana matahari bisa berlangsung dua hingga tiga kali dalam setahun. Namun karena terjadi parsial, hanya di beberapa wilayah permukaan bumi dan berlangsung singkat maka terkesan lebih jarang. Gerhana matahari total hanya terjadi setiap 360 tahun sekali. Frekuensi gerhana bulan secara keseluruhan lebih sedikit. Paling banyak setahun tiga kali, yakni tahun 1982. Tahun 2005 dan 2006 bahkan tidak ada gerhana sama sekali. Namun jika terjadi gerhana bulan, berlangsung lama dan “pertunjukan” itu bisa ditonton di seluruh permukaan bumi. Jika bulan memerah saat gerhana, demikian juga penampilam bumi. Hanya saja belum ada penghuni bulan yang menulis artikel, melaporkannya. sumber: http://www.sinarharapan.co.id/content/read/menunggu-bulan-desember/
|